Jumat, 14 Maret 2008

Antara Jakarta dan Jogja


Menyusuri jalan-jalan kenangan
antara Jakarta dan Jogja
ada serpihan memori tercecer beberapa waktu lalu
mungkin dia terlupa menguburkannya
atau kau yang sengaja membiarkan begitu
karena berharap pada keajaiban di sana

antara Jakarta dan Jogja adalah sketsa impian
melangkahi batas keraguan sembari memeluk harapan
melewati leliku keresahan demi keresahan di sela-sela ketulusan
berkabut di mata, jalan di depan dibayangi kesamaran
ingin menoleh tapi jalan kembali kian terlupakan
mungkin harus berhenti dipenghujung jalan

Semua Yang Terlambat!!!


aku..
hanya sinar yang melintas
sekedip
bagai kunang kunang kecil
dan engkau sayap sayap yang meranggas
seusai
sekepak kau mengudara
membawa hatiku semua…

kita…
ialah kata
yang terlambat
tercipta
yang semestinya tak terjadi
dan cinta
ialah rasa yang pertama dan terakhir
tuk merangkum kerinduan
kepasrahan dan maafku…

tuk semua…
yang terlambat kulakukan
tuk semua
yang tak sanggup ku janjikan
tuk semua…

lama kucoba
memandang jejak kaki kita
tanpa sesak…
menerimamu tanpa aku mengerti
indahnya arti hari ini
tanpa harapan tuk kembali…

kesemua yang tak sempat kuungkapkan
kesemua yang tak tepat kuungkapkan
yang tak usai kujalani
yang tak ingin kuingkari
dan semua...

Jogja... Sebuah Cerita..


Seiring laju kereta...
Semoga air mata tidak mengalir malam ini...
Kapan kita akan bertemu??
Biar waktu yang menjawabnya...

Tertawa..
Bercanda..
Gila bareng..
Menangis..

Adalah cerita tersendiri
Terima Kasih ya dek...

Kenapa Harus Dia???


Aku bersimpuh pada sajadah

Kenapa cinta selalu menyakitkan

Aku berteriak dalam sepi malam

Kenapa rasa ini begitu dalam

Dan aku bertanya pada diriku

Kenapa harus dia?

Aku benci dengan diriku

Aku benci dengan perasaanku

Kuberusaha bangkit

Kuingin kembali tersenyum

Kucoba tertawa

Namun…

Semakin aku tertawa

Semakin aku sadar bahwa aku sakit

Kenapa harus dia??

Kenapa harus ada rasa ini?

Padahal aku tahu

Dia tidak akan kuraih

Melihat wajahnya

Mendengar suaranya

Mengetahui kabarnya

Membaca keluh kesahnya

Menangis memikirkan dia dalam kesendirian

Adalah cerita tersendiri

Aku menganggapnya teman

Tapi saat rasa itu muncul

Dan semakin berkembang

Aku menjadi benci

Kenapa harus dia?

Orang yang kuanggap teman

Yang kutahu tidak akan mungkin

Kucoba tuk menghindar

Mencoba tuk membuat yakin

Dengan perasaanku sendiri

Tetapi tetap jawaban itu sama

Kenapa harus dia?

Aku mencoba lari dan pergi

Tapi kenapa bayangannya selalu mengikuti

Sabtu, 08 Maret 2008

Mencintai


Kadangkala tanpa disadari saat kita mencintai seseorang dengan sepenuh hati(100%), justru orang itulah yang berpotensi lebih besar untuk menyakiti hati kita.
Mungkin hal itu belum anda sadari...Saat kita mencintai seseorang, di situ juga kita berusaha untuk memiliki dia seutuhnya dan menaruh banyak harapan padanya. Di saat dia tidak dapat kita miliki dan apa yang kita inginkan dari dia tidak kita dapatkan, maka kita akan kecewa sekali karena dia adalah orang yang kita cintai.
Untuk itu, diperlukan sikap menerima dan memaafkan yang lebih besar daripada cinta supaya kita dapat mempertahankan hubungan kita dengan orang yang kita cintai. Jika kita bisa menerima dia apa adanya, dan memaafkan kesalahannya, itu akan membuat hati kita lebih tenang...Dan hal itu adalah yang tersulit daripada mencintai.

Tetapkan Tujuan Hidup!!!



Sobat,

"Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination" -- (Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya tujuan dalam hidupnya.

Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya. Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.

Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang. Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan hidup beberapa kali. Hal yang terpenting adalah setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang harus diambil.

5 Cara Yang Bisa Sobat Pakai Untuk Menetapkan Tujuan Hidup:

1. Tanyakan pada nurani Sobat, apa sebenarnya keinginan Sobat untuk beberapa tahun ke depan? Tidak ada salahnya Sobat bermimpi. Sobat tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak ada biaya yang harus Sobat keluarkan untuk sekedar bermimpi. ;-)

2. Kumpulkan informasi yang bisa membantu Sobat untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan yang Sobat inginkan, belajarlah dari mereka. Lakukan apa yang mereka kerjakan!

3. Jangan hanya diam, lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan membawa Sobat pada impian hidup.

4. Jika cara yang Sobat lakukan terbukti efektif dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka alangkah baiknya jika Sobat berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan kerja agar tujuan hidup Sobat lebih cepat tercapai.

5. Jika hal di atas Sobat lakukan secara terus menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Sobat akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.

Sobat ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas gambaran kehidupan Sobat sendiri. Dan seorang pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning' terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Dalam hal ini, Sobat pun hanya bisa sebesar dan sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Sobat tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Sobat dengan sebaik-baiknya! :-)

Rabu, 05 Maret 2008

Aborsi....



Aborsi dilakukan oleh seorang wanita hamil, baik yang telah menikah maupun yang belum menikah dengan berbagai alasan. Akan tetapi alasan yang paling utama adalah alasan-alasan yang non-medis (termasuk jenis aborsi buatan / sengaja)

Di Amerika, alasan-alasan dilakukannya aborsi adalah:
1. Tidak ingin memiliki anak karena khawatir mengganggu karir, sekolah atau
tanggung jawab lain (75%)
2. Tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak (66%)
3. Tidak ingin memiliki anak tanpa ayah (50%)

Alasan lain yang sering dilontarkan adalah masih terlalu muda (terutama mereka yang hamil di luar nikah), aib keluarga, atau sudah memiliki banyak anak. Ada orang yang menggugurkan kandungan karena tidak mengerti apa yang mereka lakukan. Mereka tidak tahu akan keajaiban-keajaiban yang dirasakan seorang calon ibu, saat merasakan gerakan dan geliatan anak dalam kandungannya.

Alasan-alasan seperti ini juga diberikan oleh para wanita di Indonesia yang mencoba meyakinkan dirinya bahwa membunuh janin yang ada didalam kandungannya adalah boleh dan benar . Semua alasan-alasan ini tidak berdasar.
Sebaliknya, alasan-alasan ini hanya menunjukkan ketidakpedulian seorang wanita,
yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri.

Data ini juga didukung oleh studi dari Aida Torres dan Jacqueline Sarroch Forrest (1998) yang menyatakan bahwa hanya 1% kasus aborsi karena perkosaan atau incest (hubungan intim satu darah), 3% karena membahayakan nyawa calon ibu, dan 3% karena janin akan bertumbuh dengan cacat tubuh yang serius.

Sedangkan 93% kasus aborsi adalah karena alasan-alasan yang sifatnya untuk kepentingan diri sendiri – termasuk takut tidak mampu membiayai, takut dikucilkan, malu atau gengsi.