I always needed time on my own
I never thought I'd need you there when I cried
And the days feel like years when I'm alone
And the bed where you lie
Is made up on your side
When you walk away
I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now?
When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear to always get me through the day
And make it okay
I miss you
I've never felt this way before
Everything that I do
Reminds me of you
And the clothes you left
They lie on the floor
And they smell just like you
I love the things that you doSabtu, 12 April 2008
When You're Gone
Diposting oleh
Jamal Grah
di
12.33
0
komentar
Cinta & Kawan
Diposting oleh
Jamal Grah
di
12.26
0
komentar
Senin, 31 Maret 2008
Mudah Memang
Cukup mudah untuk bersikap menyenangkan, jika hidup mengalir seperti lagu tapi orang hebat ialah yang bisa tersenyum di saat semua berantakan sebab ujian bagi hati adalah kesulitan dan kesulitan selalu datang setiap waktu dan senyuman yang layak disanjung dunia adalah senyuman yang bersinar menembus airmata...
u didn't say ur sorry..
i dont understand
u dont care that u hurt me..
that i used to be
it was u n me..
didnt love me enough..
n i dont want to begin to love u again...
Diposting oleh
Jamal Grah
di
01.10
0
komentar
Sabtu, 29 Maret 2008
Bila....Akankah....????
Diposting oleh
Jamal Grah
di
13.25
0
komentar
Selalu Ada Jalan
Masalah, kesulitan, kegagalan akan selalu ada selagi nyawa masih nongkrong di badan, selagi nafas masih teratur tertarik dan terhembus... Tapi tetap akan muncul mentari setelah mendung, muncul cahaya setelah gelap...
Diposting oleh
Jamal Grah
di
13.17
0
komentar
Menunggu Malam
Aku menunggu malam menjelang
Lanskap senja yang merona jingga
Menyaksikan riak gelombang
Yang tiada henti menyampaikan kisah
Dari jauh pada pasir-pasir
Kisah-kisah yang terbingkai
Dalam cahaya tanpa nama
Dan tak terbaca
Aku menunggu malam
Ingin mengingat kenangan kita
Tapi tolonglah…
“Jangan pernah tanya lagi, apakah aku merindukanmu!”
Diposting oleh
Jamal Grah
di
13.08
0
komentar
Membicarakan Cinta
Membicarakan cinta sama saja membicarakan tentang kematian. Diantara cinta dan kematian itulah berlangsung dialektika-dialektika kesedihan dan metafora-metafora airmata. Dan diatasnya kehidupan diberi nama, diberi tanda, dan diberi kisah.
Membicarakan cinta maka sama saja menelusuri belukar kisah, kisah-kisah peradaban yang terputus-putus dalam sebuah tali rajutan tua yang tidak pernah berhenti diberi kata dan warna. Meski dalam banyak aspek, cinta selalu menitipkan sejarah dan warna, dan pada banyak sisi, menyisipkan kata-kata yang lebih muda dihayati daripada dijelaskan.
Membicarakan cinta, selalu sama saja menjelaskan luka dan derita. Luka dan kisah yang membuntuti seperti kenangan yang selalu kembali disetiap musim atau pada ruang-ruang yang terlanjur diberi tanda dengan cinta.
Membicarakan cinta, tak berbeda dengan menyanyikan lagu kesepian dari irama yang paling senyap.
Membicarakan cinta, tidak bukan dari menerjemahkan teka teki yang penuh dengan defenisi yang ambisius, penuh dendam dan penuh ketidakpercayaan. Tetapi sekaligus diyakini, dikasihi, dan terikhlaskan.
Membicarakan cinta, tak lebih bertutur dengan puisi, berkisah dalam prosa, dan membahasakan filsafat dan novel-novel kehidupan. Sosiologi dan psikologi yang ragu-ragu.
Membicarakan cinta, jauh lebih seperti membicarakan kata dari surga. Dijatuhkan bersama adam dan hawa, diturubkan sebagai pengganti buah khuldi.
Membicarakan cinta, tak ubahnya menyematkan tragedy dan kebebasan pada jiwa yang rapuh. Membicarakan cinta bisa jadi membicarakan sesuatu yang belum pernah ada!!
Begitulah, membicarakan cinta kemudian terkait dengan bagaimana cara kita mengartikannya.
Diposting oleh
Jamal Grah
di
13.02
0
komentar







