Selasa, 05 Februari 2008

BERTAHAN ; BAGAIMANA CARANYA??



Ada banyak hal yang sangat tidak bisa aku mengerti. Semua berjalan......Semua berputar......Kalau hanya akal kuandalkan, kuasa tidak akan pernah ada dalam dada untuk bisa hadapi semua. Kalau hanya pikiran kukerahkan, tak akan ada masalah terselesaikan
Bagaimana caranya bertahan di tengah begitu banyak tekanan?
Bagaimana caranya bertahan dalam badai yang selalu datang?
Bagaimana caranya bertahan ketika aku harus tetap melihatmu ada?
Bagaimana caranya bertahan sementara suaramu terus menggema?
Bagaimana caranya bertahan?

Kalau ada jalan yang bisa ditempuh, Aku yakin pasti kau bersedia menjalaninya.Pasti dirimu akan ada disampingku dan bersamaku menembus batas.Ya... Entah kenapa aku yakin itu.Tapi, kenyataan berkata lain.

Ada BATAS diantara kita. Memang..........Bukan perbedaan yang menjadi batas.Bukan usia yang menjadi batas.Bukan manusia yang menjadi batas.

Apapun itu..... hanya aku, kau dan DIA yang tahu.

Aku pun sangat berterimakasih karena kau tetap membantuku untuk bertahan walaupun kita tidak MENEMBUS BATAS itu hanya untuk kebahagiaan kita.

DIA : Sebuah Masa Lalu


Apakah cinta ini sedemikian besar untuknya...Bahkan dia pun tak akan pernah mengiranya...Karena seringnya aku mendustainya dengan mulutku sendiri...Mencabik sendiri kejujuran hatiku...Bahwa aku takkan pernah mengharapkan bersama selamanya di sisi nya...Bahwa aku akan cepat melupakannya...Kapankah badai cintaku akan berlalu dengan sendirinya...Bisakah kuhapus kisah-kisah romansa indah yang pernah terjadi...Akankah air mataku hanya akan berubah menjadi debu yang berlalu seiring musim...Bilakah suatu saat, degup dalam dada ini ketika bersamanya, mengingatnya...akan musnah!Dan semua inspirasi goresan puitis pun akan menghilang...Ketika tersebut namanya dalam tarikan nafasku, dan tak lagi kutemukan cintanya di sana...Dialah semua bentuk khayalanku...ceritaku...impianku...Dan apa yang tertoreh di sana...adalah...kisah tentang dirinyaAngin...sampaikan kecupanku untuknya...dan belailah pipinya lembut,untukku...hanya untukku.

Hidup...Seperti iniliah!!!


Pencapaian diri terhadap sebuah kepuasaan...
Bosan dengan ketidak mampuan................Apakah manusia hanya akan terlanjur bosan dan berputus asa????
Hidup hanya perlu akan terus berjalan sampai mati menyisakan.............meninggalkan segala kepedihan dan juga tentunya orang-orang yang terkasihi..........
Hidup akan terus harus berjalan,walau kini kian berputar dan tanpa penghargaan........hanya penghargaan caci maki dan tragedi yang menyelimuti........
Bertanya dan terus bertanya akankah diberikan penghargaan tertinggi dari Tuhanku yang memiliki hidup dan matiku............
Hidup Akan terus berjalan mengingat Aku masih berlumur Dosa....................
Kumerenung dalam hidup yang hampa dan berhenti pada satu kesimpulan bahwa keinginan dan kenyataan adalah 2 hal yang sangat berbeda. Dalam menghadapi keinginan yang tidak bisa kita jadikan nyata, kadang ada tawa, teriak, bahkan tangis. Setiap saat kita berusaha ciptakan kesempurnaan. Tapi kita lupa bahwa satu-satunya hal yang kita punya sebagai bukti kita ini ciptaan Tuhan adalah keterbatasan.

Hidup adalah perjalanan panjang,, Hidup adalah ujian,, Hidup adalah perjuangan!!


Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan. Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna
Hal yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta, hanya kemudian pada akhirnya menyadari bahwa dia bukanlah jodohmu dan kau telah menyikan bertahun-tahun untuk seseorang yang tak layak kalau sekarang pun ia juga tidak akan layak ...... biarkan dia pergi ........... LUPAKAN ........

Sebaris Puisi Cinta


Sebaris puisi cinta hilang

dalam timbunan huruf-huruf berserakan

lalu kucari, kukutip satu-satu

menghimpunnya ke dalam seberkas rindui

Sebaris puisi cinta tenggelam

dalam lautan airmata penyesalan

saat kutaburkan kuntuman doa

di pusara dosa-dosa

Lukisan Hati



Sepanjang hari kurebahkan mata, tapi takbisa terpejam. kau ingin bercanda dengan ombak sedangkan aku ingin menyelam, menemukan mutiara dan membawanya pulang ke tempatku. ada banyak tantangan dari hiu, ombak dan ribut yang ganas tapi semangatku kuat untuk melawannya.


Aku berada ditengah hutan belantara. seharian mencari mu dalam rindu yang berat. aku menyimpan sebuah harapan yang besar. aku mungkin tidak jujur, tapi aku mau berusaha supaya jujur karena aku sayang kamu. ada cinta yang tulus. aku berharap satu saat akan menerima kalimat itu darimu.

Sabtu, 02 Februari 2008

If Tomorrow Never Comes!!


Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 tahun. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya. Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya. Dia sangat pendiam , dia hanya mendegarkan apa yg saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya ttg apa saja. Di sekolah, kami memiliki teman2 yang berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari, saya bercerita kepadanya ttg anak laki2 yang saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya.. Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres. Dia memberikan kata2 yang mendukung dan membantu saya utk melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yg lain dari dirinya yg saya suka.
Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan. Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa iniadalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yang lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya. Malam itu adalah kesempatan terbesar yg saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap2 tentang cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita ttg impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia. Saya pulang ke rumah dengan terluka krn saya tidak mengatakan perasaan saya yg sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama2 dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi.. saya menyimpan perasaan saya utk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat. Saya menangis ketika saya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa terluka karena saya tidak mengatakan apa yg ada di hati saya. Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg analis komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hri saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yang bersamaan. Skr saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah peristiwa besar. Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yg seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang2 malam itu, tapi sangat menyakitkn hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat. . . tiba2 dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dgn saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York. Kehidupan saya terus berjalan. Tahun2 berlalu. . . kami saling menulis surat dan bercerita mengenai hal yg terjadi dan bagaimana dia merindukan utk berbicara dgn saya. Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya.
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan kecil mengatakan: "Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap2." Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya, tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan utk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tidak dapat menangis lagi.. .. Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yg sesungguhnya kepadanya.
Hari2 berikutnya. dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji untuk menemui saya setiap kali dia mendapat libur. Saya tak dapat menunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini. Sekarang saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalam-malaman. Air mata kesedihan dan kepedihan; bertanya2 mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorang yg begitu baik spt dia?
Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semunya diberikan kepada keluargnya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah saat terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yang dia kerjakan.... tidak bisa membuat suaminya bahagia seperti saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg diberikan kepada saya adalah sebuah diary. Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir. mengapa ini diberikan pada saya? Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika di pesawat, saya teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai akhirnya saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati. Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika di New York dan jatuh cinta dgn yg lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dgn saya di hari pernikahannya. Dia menulis bahwa ia membayangkan kalau itu adalah pernikahan kami. Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yg saya tulis kepadanya. Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan: "Hari ini saya akan mengatakan kepadaanya kalau saya mencintainya" Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg sesungguhnya ada dlm hatinya.
Pesan moral yg ada dari cerita tsb: Jika engkau mencintai seseorang, "JANGAN PERNAH MENUNGGU HARI ESOK UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA"