
Matikan lampu
Mainkan Bethofen di atas gramaphone
Menarilah…
Dengan kaki telanjangmu
Karena kau Hamlet
Dengan sepucuk revolver 36
Tiga butir peluru di jari!
Dalam lapangan politik, di parlemen Indonesia, di sana hanya ada 12% wakil rakyat perempuan. Dan hanya satu orang pemimpin partai perempuan di antara 48 partai yang ada. Di lapangan ekonomi, di sana, pada posisi administrator dan manager hanya 6,6% diduduki perempuan. Dan di sana, perempuan sebagai profesional dan pekerja teknis hanya 40,8%. Pada kasus kemiskinan, di sana, gender ternyata merupakan salah satu faktor penyebabnya. Meskipun sulit diketahui secara pasti, tetapi angka kasarnya menunjukkan bahwa dari 60% pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan, mereka hanya menerima 10% hasil pekerjaannya tersebut. Di sana, di bidang pendidikan, perempuan dewasa melek huruf mencapai 76,4%, sementara laki-laki 88,8%.
Di sana, angka kematian ibu hamil/melahirkan masih tinggi, 20.000 per tahun. Ini setara dengan sebuah pesawat jumbo jet yang jatuh tiap minggu dan menewaskan seluruh penumpangnya. Di sana, penyebab langsung kematian ibu, seperti bleeding mencapai 40-60%, infeksi 20-30%, dan eklamsia 20-30%. Namun di sana, penyebab tidak langsung juga sangat mendasar dalam mempengaruhi tingginya angka kematian ibu seperti, rendahnya status perempuan, pendidikan ibu, dan keadaan sosial ekonomi keluarga.
Di sana, sebelum gelombang pemutusan hubungan kerja melanda hingga awal 1998, perempuan merupakan 38% dari seluruh angkatan kerja atau 35 juta orang. Di sana, catatan Ditjen Binawas Depnaker (Januari 1998) menunjukkan ada 125 perusahaan telah atau akan memberhentikan sebagian atau seluruh pekerjanya. Di sana, pekerja perempuan adalah korban dan prioritas pertama PHK.
Di sana, di tanah bernama Indonesia raya, 1 juta perempuannya terdesak menjadi pekerja seks. Dan di sana, setiap bentuk dehumanisasi perempuam palinng kasat mata terus berlangsung.
Di sana, menurut studi yang sangat layak dipercaya, 80% pendapatan perempuan digunakan untuk kesejahteraan keluarga, sementara pada laki-laki hanya 60%. Di sana, hasil analisis terhadap 300-an iklan di 4 majalah perempuan, hanya sedikit sekali iklan yang sensitif gender.
Di sana, perempuan selalu menjadi korban suasana chaotic: 168 korban pemerkosaan massal 12-13 Mei, 200 korban DOM Aceh, 4000 korban invasi Timor-timur dll. Dan di sana, di sana, juga di sana perempuan masih merupakan minoritas yang dibedakan. Sampai kapan?
…Dan Kartini pun menangis!!!
Jumat, 14 Maret 2008
Ada Berapa Perempuan??
Diposting oleh
Jamal Grah
di
16.54
0
komentar
Antara Jakarta dan Jogja

Menyusuri jalan-jalan kenangan
antara Jakarta dan Jogja
ada serpihan memori tercecer beberapa waktu lalu
mungkin dia terlupa menguburkannya
atau kau yang sengaja membiarkan begitu
karena berharap pada keajaiban di sana
antara Jakarta dan Jogja adalah sketsa impian
melangkahi batas keraguan sembari memeluk harapan
melewati leliku keresahan demi keresahan di sela-sela ketulusan
berkabut di mata, jalan di depan dibayangi kesamaran
ingin menoleh tapi jalan kembali kian terlupakan
mungkin harus berhenti dipenghujung jalan
Diposting oleh
Jamal Grah
di
16.27
0
komentar
Semua Yang Terlambat!!!
aku..
hanya sinar yang melintas
sekedip
bagai kunang kunang kecil
dan engkau sayap sayap yang meranggas
seusai
sekepak kau mengudara
membawa hatiku semua…
kita…
ialah kata
yang terlambat
tercipta
yang semestinya tak terjadi
dan cinta
ialah rasa yang pertama dan terakhir
tuk merangkum kerinduan
kepasrahan dan maafku…
tuk semua…
yang terlambat kulakukan
tuk semua
yang tak sanggup ku janjikan
tuk semua…
lama kucoba
memandang jejak kaki kita
tanpa sesak…
menerimamu tanpa aku mengerti
indahnya arti hari ini
tanpa harapan tuk kembali…
kesemua yang tak sempat kuungkapkan
kesemua yang tak tepat kuungkapkan
yang tak usai kujalani
yang tak ingin kuingkari
dan semua...
Diposting oleh
Jamal Grah
di
13.59
0
komentar
Jogja... Sebuah Cerita..
Semoga air mata tidak mengalir malam ini...
Kapan kita akan bertemu??
Biar waktu yang menjawabnya...
Tertawa..
Bercanda..
Gila bareng..
Menangis..
Adalah cerita tersendiri
Terima Kasih ya dek...
Diposting oleh
Jamal Grah
di
10.07
0
komentar
Kenapa Harus Dia???
Aku bersimpuh pada sajadah
Kenapa cinta selalu menyakitkan
Aku berteriak dalam sepi malam
Kenapa rasa ini begitu dalam
Dan aku bertanya pada diriku
Kenapa harus dia?
Aku benci dengan diriku
Aku benci dengan perasaanku
Kuberusaha bangkit
Kuingin kembali tersenyum
Kucoba tertawa
Namun…
Semakin aku tertawa
Semakin aku sadar bahwa aku sakit
Kenapa harus dia??
Kenapa harus ada rasa ini?
Padahal aku tahu
Dia tidak akan kuraih
Melihat wajahnya
Mendengar suaranya
Mengetahui kabarnya
Membaca keluh kesahnya
Menangis memikirkan dia dalam kesendirian
Adalah cerita tersendiri
Aku menganggapnya teman
Tapi saat rasa itu muncul
Dan semakin berkembang
Aku menjadi benci
Kenapa harus dia?
Orang yang kuanggap teman
Yang kutahu tidak akan mungkin
Kucoba tuk menghindar
Mencoba tuk membuat yakin
Dengan perasaanku sendiri
Tetapi tetap jawaban itu sama
Kenapa harus dia?
Aku mencoba lari dan pergi
Tapi kenapa bayangannya selalu mengikuti
Diposting oleh
Jamal Grah
di
09.48
0
komentar
Sabtu, 08 Maret 2008
Mencintai

Kadangkala tanpa disadari saat kita mencintai seseorang dengan sepenuh hati(100%), justru orang itulah yang berpotensi lebih besar untuk menyakiti hati kita.
Mungkin hal itu belum anda sadari...Saat kita mencintai seseorang, di situ juga kita berusaha untuk memiliki dia seutuhnya dan menaruh banyak harapan padanya. Di saat dia tidak dapat kita miliki dan apa yang kita inginkan dari dia tidak kita dapatkan, maka kita akan kecewa sekali karena dia adalah orang yang kita cintai.
Untuk itu, diperlukan sikap menerima dan memaafkan yang lebih besar daripada cinta supaya kita dapat mempertahankan hubungan kita dengan orang yang kita cintai. Jika kita bisa menerima dia apa adanya, dan memaafkan kesalahannya, itu akan membuat hati kita lebih tenang...Dan hal itu adalah yang tersulit daripada mencintai.
Diposting oleh
Jamal Grah
di
16.35
0
komentar
Tetapkan Tujuan Hidup!!!

Sobat,
"Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination" -- (Fritzhugh Dodson)
Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya tujuan dalam hidupnya.
Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya. Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.
Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang. Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan hidupnya tidak tercapai!
Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan hidup beberapa kali. Hal yang terpenting adalah setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang harus diambil.
5 Cara Yang Bisa Sobat Pakai Untuk Menetapkan Tujuan Hidup:
1. Tanyakan pada nurani Sobat, apa sebenarnya keinginan Sobat untuk beberapa tahun ke depan? Tidak ada salahnya Sobat bermimpi. Sobat tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak ada biaya yang harus Sobat keluarkan untuk sekedar bermimpi. ;-)
2. Kumpulkan informasi yang bisa membantu Sobat untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan yang Sobat inginkan, belajarlah dari mereka. Lakukan apa yang mereka kerjakan!
3. Jangan hanya diam, lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan membawa Sobat pada impian hidup.
4. Jika cara yang Sobat lakukan terbukti efektif dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka alangkah baiknya jika Sobat berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan kerja agar tujuan hidup Sobat lebih cepat tercapai.
5. Jika hal di atas Sobat lakukan secara terus menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Sobat akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.
Sobat ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas gambaran kehidupan Sobat sendiri. Dan seorang pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning' terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Dalam hal ini, Sobat pun hanya bisa sebesar dan sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Sobat tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Sobat dengan sebaik-baiknya! :-)
Diposting oleh
Jamal Grah
di
16.24
0
komentar




